Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2025

"Cinta & Luka" by Club Eighties

Ada cinta yang tidak pernah sempat berjalan, bukan karena tidak cukup besar, tetapi karena tak pernah diberi ruang. Itulah inti dari lagu “Cinta dan Luka” —kisah seseorang yang mencurahkan seluruh hatinya pada seseorang yang bahkan tidak pernah menoleh untuk melihatnya secara utuh. Lagu ini bercerita tentang cinta yang terus mengetuk pintu, tetapi tidak pernah dipersilakan masuk. Tentang seseorang yang berkali-kali mencoba membuka diri, mengungkapkan isi hatinya, berharap ada sedikit balasan, sebaris kata, atau sekadar isyarat. Namun yang ia dapatkan hanyalah diam —diam yang panjang, dingin, dan terasa seperti jawaban paling jujur. Sosok “dia” dalam lagu ini digambarkan sebagai seseorang yang hadir—selalu hadir—namun tidak pernah benar-benar kembali. Ia adalah tempat cinta itu berlabuh, tapi tidak pernah menjadi rumah. Ia datang membawa cerita, luka, bahkan air mata; dan tokoh utama disini menjadi tempat ia bersandar, menjadi bahu yang ia pilih saat dunianya runtuh. Ironisnya, saat di...

"Seberapa Pantas" by Sheila on 7

Ada cinta yang tumbuh tanpa disadari dan diminta, namun di dalamnya selalu ada keraguan. Dalam “Seberapa Pantas”, Sheila On 7 mengajak kita melihat sisi paling rapuh dari sebuah hubungan: saat dua orang saling mencintai, namun tidak selalu sepakat tentang bagaimana cinta itu harus diperjuangkan dan penuh keraguan maupun pertanyaan. Lagu ini menceritakan seseorang yang sedang berada di persimpangan hati. Ada perasaan sayang yang begitu besar, tetapi juga pertanyaan yang tak kalah besar: Apakah semua ini layak? Apakah aku cukup pantas untuk ditunggu, atau justru akulah yang menunggu terlalu lama? Keraguan itu bukan datang dari hilangnya cinta, melainkan dari tidak seimbangnya langkah. Seseorang merasa sudah memberi seluruh yang ia bisa, kesabaran, waktu, keyakinan. Sementara pasangannya masih mempertanyakan ketulusan itu. Di sanalah luka kecil mulai tumbuh, luka yang tidak terlihat, tapi terasa. Dalam setiap baitnya, lagu ini seolah menggambarkan percakapan batin yang tidak pernah ter...

After Kawi's story

Kali ini aku ingin menceritakan tentang pengalaman mengerikan yang kualami setelah perjalanan kami ke Gunung Kawi beberapa tahun lalu. Demi menjaga privasi dan kerahasiaan beberapa orang yang terlibat, aku akan menggunakan nama, tempat dan latar waktu samaran dalam cerita ini. Bukan karena ingin terlihat misterius, tapi karena ada hal-hal yang tidak bisa aku ceritakan secara terbuka. Aku hanya berharap, lewat cerita ini, kalian bisa mengambil pelajaran dan lebih berhati-hati kalau suatu hari nanti memutuskan untuk datang ke tempat yang sama. 2020, Desember - Libur Natal Pada waktu itu aku masih menjadi karyawan baru di sebuah kantor di Malang, Jawa Timur. Setiap akhir tahun, tepatnya di bulan Desember — bulan yang juga bertepatan dengan perayaan Natal bagi umat Kristiani — kantor biasanya memberikan libur selama lima hari sampai awal tahun 2021. Di kantor saat itu aku sudah punya beberapa teman di lingkungan kerja, salah satunya adalah Mas Deden. Dia merupakan karyawan senior yang su...

“Jatuh Suka” by Tulus

Ada kalanya hati tidak meminta izin untuk jatuh. Ia hanya tahu satu hal: berdebar. Begitulah kira-kira inti dari lagu “Jatuh Suka” milik Tulus , sebuah karya yang sederhana namun jujur tentang seseorang yang terperangkap dalam perasaan yang tidak seharusnya tumbuh. Lagu ini bukan tentang cinta yang berhasil, melainkan tentang rasa yang lahir di waktu yang salah . Tentang seorang pria yang tanpa sengaja jatuh hati pada seorang wanita, namun sayangnya, wanita itu sudah memiliki seseorang di sisinya. Alih-alih memaksa, sang pria memilih untuk mengakui rasa itu dalam diam , sambil menegur dirinya sendiri: “Maafkan, aku jatuh suka.” Kalimat sederhana itu menyimpan beban emosional yang besar. Ia tahu, perasaannya tidak pantas diperjuangkan. Namun bagaimana mungkin ia menolak sesuatu yang datang begitu alami? Tulus menggambarkan keadaan itu dengan begitu lembut tanpa drama, tanpa keluhan, hanya pengakuan tulus bahwa hati memang tak bisa selalu dikendalikan. Di balik liriknya yang romanti...