Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2021

Yang Patah Sebelum Bertumbuh

Pertemuan kita singkat, bahkan lebih singkat dari senja yang perlahan menghilang lalu digantikan oleh malam yang dingin dan sunyi.  Kita datang dari luka, dua jiwa yang sama-sama patah. Lalu duduk bercerita tentang luka masing-masing, tentang hancurnya masa lalu, dan tentang betapa sulitnya percaya lagi.  Anehnya, dalam rapuh kita, justru sayap mulai tumbuh kembali. Kita mulai terbang pelan-pelan, mengira arah yang sama akan membawa kita pada rumah yang sama. Tapi waktu ternyata tidak sebaik yang kita sangka. Jarak bukan lagi sekadar angka—ia adalah hari-hari yang dipenuhi rindu, prasangka, dan rasa tidak cukup. Argumen kecil yang awalnya bisa kita tertawakan, perlahan berubah menjadi dinding yang membisu. Kita mulai saling menahan kata, takut salah, takut melukai—tapi akhirnya diam justru lebih menyakitkan daripada amarah. Kepercayaan, yang semula tumbuh dari luka yang kita rawat bersama, pelan-pelan terkikis. Bukan karena kita tak saling percaya lagi, tapi karena kita terlal...