Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2025

Mindful Love

Terkadang memang kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan anugerah bernama perasaan, akan selalu merasakan cinta. Bahkan cinta itu tidak hanya tertuju pada sesama manusia, tetapi juga bisa kepada benda, tempat, atau bahkan kenangan. Namun, sering kali kita tidak menyadari bahwa saat mencintai sesuatu, pikiran kita seakan hanya tertuju pada satu titik. Kita terlalu banyak berputar-putar hanya kepada satu hal yang sama, hingga kita perlahan kehilangan kesadaran diri. Di situlah pentingnya konsep  mindful love —sebuah cinta yang hadir dengan kesadaran. Cinta yang tidak membutakan, melainkan membuka mata dan hati kita. Bukan cinta yang membuat kita melayang-layang tidak jelas tanpa arah, melainkan mendewasakan. Mindful love juga berarti bahwa mencintai bukan berarti kehilangan diri sendiri, melainkan menemukan keseimbangan: antara memberi dan menjaga, antara melepas dan menggenggam. Ketika cinta disertai kesadaran, kita tidak lagi menuntut untuk memiliki, tetapi belajar mengha...

Ujian yang Tak Usai?

 Aku mendapati diriku kembali duduk di bangku SMA. Hari itu, jadwal ujian Biologi tiba-tiba datang menghampiri, meski aku tak paham mengapa harus mengikutinya. “Apa pentingnya ujian ini bagiku?” pikirku bingung. Namun, entah dorongan dari mana, aku tetap memutuskan untuk ikut. Aku memilih duduk di barisan paling belakang, shaft kedua dari empat. Guru mulai membagikan lembar soal, dan perasaanku sempat tenang—aku merasa siap, seolah ujian ini takkan sulit. Aku awali mengambil kertas dari buku tulis untuk dijadikan lembar jawaban. Namun, saat mulai mengerjakan, semua keyakinan itu runtuh. Satu soal pun tak mampu kujawab. Menuliskan nama saja terasa berat. Meskipun dalam pikiranku, soal ini gampang, bahkan dengan waktu terbataspun aku bisa mengerjakanya. Waktu berjalan. Di depan mataku, teman-temanku sudah melaju, bahkan ada yang sampai nomor dua puluh lima. Panik mulai menggerogoti. Aku takut, tak hanya karena tak bisa mengerjakan, tapi juga karena tertinggal jauh, sementara lembar...

Impian Harapan & Perasaan

Ada jalan panjang yang tak bertepi, di mana langkah kita terbentuk dari impian dan harapan. Yang membawa sebuah tunas di genggamannya, tunas itu berbentuk perasaan, namun tunas itu sering goyah oleh angin keraguan. Setiap harapan ditenun dari daunnya, setiap perasaan ditanamkan pada tanah yang sunyi. Namun semakin bertumbuh, semakin berat beban yang tak terlihat: bayangan tentang mampu atau tidak menopangnya, mengikat hasil yang telah lama diharapkan kepada langit yang tak pernah menjawab. Langit itu adalah musim semi, tunas yang ingin dijaga dari musim dingin yang panjang. Namun sayangnya hanyalah tanah kering yang terus memohon hujan. Dalam takut: apakah tunasnya bisa menumbuhkan bunga, atau justru membiarkannya layu? Namun perasaan tak pernah lahir dari kepastian. Perasaan tumbuh dari keberanian, Yang memilih bertahan meski dipenuhi retakan. Maka harus terus bertumbuh, karena disitu ada impian dan harapan, menjaga tunas kecil itu dari badai dan kekeringan, dengan...

Kembali ke Rumah Pertama

Cerita tentang kita yang sudah memiliki cinta. Cinta yang telah menemani kita berjalan sejauh ini, menuliskan cerita bersama, merajut mimpi, dan membisikkan doa di antara langkah-langkah kecil menuju masa depan. Namun takdir memiliki caranya sendiri menguji hati. Tanpa pernah kita undang, ada sosok baru yang hadir. Ia membawa warna, menghadirkan rasa yang sempat kita lupa, dan membuat hati kita merasakan seakan kita jatuh cinta untuk pertama kali. Kita tak menampik, kita jatuh hati. Tetapi di saat yang sama, kita sadar betapa rapuhnya diri kita. Menyadari jika nanti harus m encintai dua orang sekaligus, itu bukanlah suatu kebanggaan, melainkan sebuah kebimbangan. Perasaan memang tak bisa dipilih, tapi kesetiaan selalu menuntut keputusan. Dalam diam, kita bertanya pada hati kita: “Cinta macam apa yang ingin kutinggalkan? Cinta yang sekadar singgah, atau cinta yang telah setia menunggu di pintu rumah hatiku sejak awal?” Pada akhirnya kita temukan jawabannya. Perasaan yang datang bel...