Ada jalan panjang yang tak bertepi,
di mana langkah kita terbentuk dari impian dan harapan.
Yang membawa sebuah tunas di genggamannya,
tunas itu berbentuk perasaan,
namun tunas itu sering goyah oleh angin keraguan.
Setiap harapan ditenun dari daunnya,
setiap perasaan ditanamkan pada tanah yang sunyi.
Namun semakin bertumbuh,
semakin berat beban yang tak terlihat:
bayangan tentang mampu atau tidak menopangnya,
mengikat hasil yang telah lama diharapkan
kepada langit yang tak pernah menjawab.
Langit itu adalah musim semi,
tunas yang ingin dijaga dari musim dingin yang panjang.
Namun sayangnya hanyalah tanah kering
yang terus memohon hujan.
Dalam takut:
apakah tunasnya bisa menumbuhkan bunga,
atau justru membiarkannya layu?
Namun perasaan tak pernah lahir dari kepastian.
Perasaan tumbuh dari keberanian,
Yang memilih bertahan meski dipenuhi retakan.
Maka harus terus bertumbuh, karena disitu ada impian dan harapan,
menjaga tunas kecil itu dari badai dan kekeringan,
dengan keyakinan sederhana:
bahwa suatu hari, tunas yang dibawa
akan cukup untuk meneduhkan keduanya.
.png)
Comments
Post a Comment