Perasaan aneh macam apa yang kurasakan, rasanya seperti kalah, padahal tidak ada perlombaan yang pernah benar-benar ku mulai. Tidak ada garis start, tidak ada peluit, tidak ada garis finish, tapi rasanya seperti tertinggal jauh di belakang.
Melihat mereka jauh didepan, mereka yang mencoba mengejar garis finish nya, sementara diriku hanya tertahan jauh di belakangnya. Bagaimana mungkin aku bisa menyusulnya, sementara aku selalu menoleh ke belakang, ke arah yang seharusnya aku sudah beranjak dari sana.
Lucu ya?, perasaan memang tidak pernah mengenal logika, secara sadar aku sudah tau, untuk tak perlu repot-repot ikut dalam perlombaan ini, aku seharusnya cukup duduk nyaman di kursi penonton, dan setidaknya aku hanya perlu melihat mereka melewati garis finish. Tapi tetap saja hati selalu menyisakan ruang kecil untuk menuntunku ikut dalam perlombaan.
Ya akhirnya aku mengikuti perlombaan itu, aku mencoba berjalan ke arah garis start, menunggu peluit ditiupkan, dan tugasku hanyalah berlari secepat mungkin, lalu memenangkan perlombaan dan naik ke atas podium, bergembira dengan kemenangan ku, dan ku tunjukkan piagam ke mereka, lalu pulang dengan perasaan bangga.
Namun itu semua hanyalah khayalanku, aku hanya bermain-main dengan pikiranku, sejujurnya aku tak pernah memulai perlombaan itu, dengan segala perasaan aneh, aku hanya duduk melihat perlombaan itu, melihat mereka benar-benar menyelesaikan garis finishnya. Yah setidaknya dengan semua hal yang tertahan ini aku tidak perlu bersakit-sakit hanya untuk perlombaan yang tidak mungkin pernah ku menangkan, haha bodohnya aku, bahkan sudah merasa kalah padahal tidak pernah masuk dalam perlombaan itu. Mungkin suatu hari aku akan memulai perlombaan ku sendiri. Dan pasti aku akan memenangkan-nya.

And i don't want the world to see me, cause i don't think that they'd understand ~
ReplyDelete