Skip to main content

"Secepat Mungkin" by Good Morning Everyone

 

Beberapa dari kita mungkin baru menyadari betapa berharganya seseorang ketika semuanya telah terlambat. Terlambat untuk memahami apa yang selama ini disembunyikan. Barangkali, itulah makna yang ingin disampaikan GME melalui lagu "Secepat Mungkin."

Di permukaan, lagu ini terdengar seperti janji. Tentang seseorang yang ingin selalu hadir ketika orang yang dicintainya sedang dalam masa terburuknya. Mereka melihat perubahan yang tidak lagi bisa disembunyikan, senyum yang mulai memudar, serta mata yang menyimpan banyak cerita yang tak pernah terucap.

"Beban berat apa yang engkau tengah sembunyikan? Coba tolong katakan."

Kalimat tersebut bukan sekadar ajakan untuk bercerita, tetapi juga menunjukkan kepedulian yang lahir dari rasa takut kehilangan. Tokoh dalam lagu ingin menjadi orang pertama yang datang, mendengar setiap keluh kesah, dan memastikan bahwa orang yang dia sayangi tidak harus melewati semuanya sendirian.

Namun, jika kita jauh menelaah apa maksut dari lagu ini sebenarnya, justru menghadirkan makna yang berbeda. Kisah tentang seseorang yang menyaksikan satu-satunya manusia yang dia cintai melangkah bersama orang lain. Hal tersebut membuat setiap liriknya terasa seperti sebuah penyesalan.

"Ku 'kan datang, ku ada untukmu."

Kalimat yang awalnya terdengar sebagai janji, berubah menjadi harapan yang datang terlambat. Seolah ada keinginan untuk kembali ke masa lalu, ketika masih ada kesempatan untuk hadir, mendengar, dan memahami. Sayangnya, waktu telah berjalan terlalu jauh.

Di situlah letak ironi dari judulnya, "Secepat Mungkin" yang berubah menjadi "Sudah Terlambat". Sebab dalam kehidupan, tidak semua hal bisa menunggu. Ada perasaan yang harus segera diungkapkan, ada kepedulian yang harus segera ditunjukkan, sebelum semuanya berubah menjadi penyesalan.

Pada akhirnya, lagu ini bukan hanya berbicara tentang hadir untuk seseorang yang sedang dalam masa terburuknya. Lagu ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sering kali kehilangan maknanya ketika kita datang terlambat. Sebab ada beberapa kesempatan yang tidak pernah datang untuk kedua kalinya, dan ada beberapa penyesalan yang lahir bukan karena kurang mencintai, melainkan karena terlambat menyadarinya.

Lirik:

Dalam kutatap matamuYang isyaratkan dukaJelas terlihat bahwaKau sedang menyimpan luka
Beban berat apa yangEngkau tengah sembunyikan?Coba tolong katakanCoba tolong katakan
Secepat mungkin bagai badaiYang terbangkan perihmuKu 'kan datang tepiskan sepimu
Secepat mungkin bagai suaraYang pecahkan heningmuKu 'kan datang, ku ada untukmu
Senyum di sudut bibirmuPerlahan memudarKilau terang di wajahmuTak lagi berpijar
Beban berat apa yangEngkau tengah sembunyikan?Coba tolong katakanCoba tolong katakan
Secepat mungkin bagai badaiYang terbangkan perihmuKu 'kan datang tepiskan sepimu
Secepat mungkin bagai suaraYang pecahkan heningmuKu 'kan datang, ku ada untukmu
Dan kau tak harus sendiriLewati jalan setapak yang terjal iniKu 'kan ada untukmuMendengar keluh kesahmu (mendengar keluh kesahmu)Menemani hingga badai berlalu
Secepat mungkin bagai badaiYang terbangkan perihmuKu 'kan datang tepiskan sepimu
Secepat mungkin bagai suaraYang pecahkan heningmuKu 'kan datang, ku ada untukmu, wo-oh
Secepat mungkin (ah-ah-ha-ah)Secepat mungkin, secepat mungkin (ah-ah-ha-ah)Secepat mungkin (ah-ah-ha-ah)Ah-ha-ah-ah

Comments

Popular posts from this blog

Republik Maya: Prologue

Prologue Di sebuah tempat bernama Republik Maya, orang-orang hidup berdampingan tanpa pernah benar-benar saling mengenal. Mereka berbicara setiap hari, tertawa di ruang obrolan yang sama, saling mengirim meme, musik, game dan cerita tentang hidup. Namun, di balik semua itu, ada satu aturan yang tak pernah tertulis, "Jangan bawa perasaan di grup" Raka tahu aturan itu. Semua orang tahu. Lalu datanglah Nara. Awalnya biasa saja. Ia hanya anggota baru yang sering muncul di kanal musik setiap malam. Suaranya tenang, dan caranya mendengarkan membuat siapa pun merasa dihargai. Mereka semua mulai sering berbincang. Tentang film, musik, konspirasi, sampai mimpi-mimpi yang bahkan belum berani mereka ceritakan kepada dunia nyata. Tanpa sadar, Raka mulai menunggu notifikasi yang hanya berasal dari satu nama. Kalimat itu berkali-kali muncul di kepalanya. Ia ingin mengatakannya. Sangat ingin. Namun setiap kali jari-jarinya menyentuh keyboard, kata-kata itu menghilang begitu saja. "Hi.....

After Kawi's story

Kali ini aku ingin menceritakan tentang pengalaman mengerikan yang kualami setelah perjalanan kami ke Gunung Kawi beberapa tahun lalu. Demi menjaga privasi dan kerahasiaan beberapa orang yang terlibat, aku akan menggunakan nama, tempat dan latar waktu samaran dalam cerita ini. Bukan karena ingin terlihat misterius, tapi karena ada hal-hal yang tidak bisa aku ceritakan secara terbuka. Aku hanya berharap, lewat cerita ini, kalian bisa mengambil pelajaran dan lebih berhati-hati kalau suatu hari nanti memutuskan untuk datang ke tempat yang sama. 2020, Desember - Libur Natal Pada waktu itu aku masih menjadi karyawan baru di sebuah kantor di Malang, Jawa Timur. Setiap akhir tahun, tepatnya di bulan Desember — bulan yang juga bertepatan dengan perayaan Natal bagi umat Kristiani — kantor biasanya memberikan libur selama lima hari sampai awal tahun 2021. Di kantor saat itu aku sudah punya beberapa teman di lingkungan kerja, salah satunya adalah Mas Deden. Dia merupakan karyawan senior yang su...

Spion Kanan

Hari demi hari berjalan, entah itu kemarin, hari ini, atau besok, kamu selalu sama. Dan tahukah kamu? Itu adalah bagian favoritku. Aku suka setiap kita berboncengan, mengendarai motor bersama, dan merayakan setiap kilometer yang terlewat di jalanan.  Aku bahkan tahu persis apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Memiringkan spion kanan ke arahku, lalu berbisik, 'Cantiknya'. Kamu membiarkan angin membawa kata-kata itu bersamamu, disertai senyum dan tatapan mata yang meneduhkan. Spion kananmu menangkap segalanya: saat-saat aku menangis, tertawa, cemberut, marah, sampai mengomel. Tapi kamu hanya tersenyum manis melihat pantulanku di sana. Saat-saat itu, aku selalu berpikir kita akan terus seperti ini selamanya. Setiap obrolan dan canda tawa yang kita bagi di atas motor, rasanya seperti perjalanan pulang dengan cerita yang tak pernah usai.  Aku tidak pernah berpikir bahwa suatu hari, spion kanan itu tak lagi menangkap wajahku. Karena aku sungguh percaya, kita akan terus melewati s...