Selamat Datang
Malam selalu menjadi waktu yang paling panjang bagi Raka.
Dulu, pukul sembilan malam adalah waktu ketika ia menunggu pesan dari Selena. Kini, yang ia tunggu hanyalah balasan lamaran pekerjaan yang entah kapan datangnya.
Ponselnya bergetar, Layar latopnya selalu membuka tampilan email. Seperti seseorang yang tanpa tau kejelasan, Raka terus menerus digantung oleh HRD dan perusahaan, dalam suasana bosan dan suntuk, tiba-tiba kevin menegur Raka lewat pesan singkat.
"Rak, lagi ngapain, jangan kayak orang bingung terus lu"
"Nggak ngapa-ngapain vin, lu sendiri ngapain"
"Masuk sini lah sebentar Rak"
"Kemana vin, ke rumah lu?"
"Bukan bego!"
"Lah terus kemana pinter!"
"Nih, masuk group server Rak"
"Apaan lagi tuh vin"
"Tempat orang-orang gabut kumpul, join lah, seru kok"
"Gue gak kenal siapa-siapa tapi vin"
"Ya makannya sini kenalan Rak"
"Males"
"Kocak anjir, lu kalau terus begitu, lama-lama entar gue liat lu teriak-teriak sendiri di pom bensin sama entar gue ngeliat lu ngobrol sama setan. Kocak!!!"
"Iye...iyee...bawel lu"
"Nah gitu dong, nih gue kirim link buat join"
Raka tersenyum tipis mengingat omongan Kevin tadi.
Beberapa menit kemudian...
ia menekan tombol Join Server.
Layar memperlihatkan sebuah nama. "REPUBLIK MAYA"
Masuk pertama kali, Raka hanya diam, mic dimatikan, kamera juga. Belasan orang sedang mengobrol, seolah mereka sudah berteman bertahun-tahun.
"Lah ada orang baru."
"Siapa tuh?"
"Kevin nyulik orang lagi?"
"Tolong jangan toxic dulu, kasihan."
Suara tawa memenuhi kanal.
Kevin tertawa.
"Santai, ini temen gue."
Lalu tidak lama...
sebuah suara langsung menyela.
"Halo, bro. Salam kenal. Kalau di group server ini tiap bulannya iuran 100 ribu ya, buat kas"
Raka langsung panik.
"Hah? Serius nih vin, gue mesti bayar iuran, anjir lu vin, inimah ngejebak gue namanya"
Semua orang tertawa.
"Satu monyet ketipu."
"Itu Adit ya, woilah stop tipu-tipu orang"
Belum selesai Raka mengenal satu orang...
suara lain muncul.
"Eh bentar. Kalian sadar gak kalau harga minyak naik itu pasti ada hubungannya sama ini gasih..."
"Anjir mulai lagi."
"Politik lagi nih. Gak lama juga entar bahas konspirasi lagi, eh tapi gapapa seru kok Mik haha"
Semua langsung mengeluh.
Kevin berbisik ke Raka.
"Itu Miko."
Belum sempat percakapan selesai.
Notifikasi lain muncul. Mia is streaming.
"Eh Mia online."
"Anjir artis datang."
"VIP masuk."
"Hi guys maen game yuk apa nonton film, tapi gue sambil live ya hehe, dah ditagih nih dari kemaren sama pengikut gue buat maen the mimic, game horor paling viral tuh.."
Suasana langsung ramai.
Beberapa saat kemudian, seseorang masuk.
Tidak bicara.
Tidak menyapa.
Hanya terdengar suara keyboard. Lalu keluar lagi.
"Lah?"
"Rio?"
"Buset baru lima detik."
"Rekor anjir."
Semua tertawa.
Kevin hanya geleng-geleng kepala.
Tidak ada yang pernah tahu apakah itu bercanda atau serius. Namun justru karena itulah, Rio menjadi salah satu orang yang paling ikonik di Republik Maya.
Tidak lama dari kejadian Rio keluar, ternyata Rio masuk lagi.
"Eh sorry bro, gue tadi kepencet masuk, tapi yaudah deh, keknya tadi gue lihat ada anggota baru, hoi kenalan lu buru"
"Iya bro kenalan dulu lah, pemalu amat lu gue liat-liat romannya", Sahut Adit
"Iyanih, kenalan dulu ih"
"Kenalan cuy, entar gue ajak ngobrol bumi datar atau donat deh"
Disusul suara dari Mia dan Miko
"Iya Rak sapa temen-temen dulu gih", Balas Kevin
"Baiklah, karena kalian memaksa, kenalin gue Raka, gue temen kecilnya Kevin, seneng bisa kenal sama kalian semua, gue juga enjoy kok disini, gue rasa bakalan cocok nih sama kalian, gue juga tertarik buat kenal kalian lebih dalem, semoga kehadiran gue di Republik Maya, jadi pertanda bagus dan membawa kesan baik ke kalian semua ya, tengkyu guys"
"Wohooo mantab Raka...", Teriak Mia.
"Keren lu bro", Balas Rio.
"Baiklah sebagai owner server disini, lu gue terima Rak, tapi jangan lupa ya iurannya tadi haha"
"Ah tai lu dit masih aja bercanda haha"
Disusul suara tawa dari Adit dan Miko.
"Welcome To The Jungle Rak", Sambutan terakhir dari Kevin
Malam itu Raka tidak lagi menjadi Raka yang lebih banyak diam. Ia senang sekali mendengarkan. Sesekali tersenyum, sesekali tertawa. Sudah lama sekali ia tidak mendengar begitu banyak suara memenuhi malamnya.
Ia belum mengenal mereka lebih dalam. Namun entah mengapa, tempat itu terasa hangat. Seakan-akan semua orang datang membawa cerita masing-masing. Dan tanpa disadari, malam itu menjadi malam pertama setelah sekian lama Raka tidak merasa sendirian.
Dan malam-malam berikutnya...
Dia selalu kembali. Awalnya hanya untuk mendengarkan. Lalu mulai ikut tertawa. Sesekali melempar candaan. Sesekali ikut berdebat tentang film, game, atau hal-hal remeh yang entah mengapa selalu menyenangkan untuk dibahas. Tanpa disadari, Raka mulai mengajak orang lain bergabung. Ia membagikan tautan server itu ke teman-teman yang ditemuinya di dalam game, forum internet, hingga media sosial. Baginya, tempat seperti ini terlalu hangat untuk dinikmati sendirian.
Semakin banyak orang datang.
Semakin banyak cerita bermunculan.
Dan semakin lama, Republik Maya bukan lagi sekadar sebuah server. Ia menjelma menjadi rumah. Rumah yang tidak memiliki alamat. Rumah yang tidak bisa ditemukan di peta. Namun setiap malam, selalu ada seseorang yang pulang ke sana. Dan malam itu...
Raka menemukan rumah keduanya.
Comments
Post a Comment