Ada masanya hidup berubah tanpa kita sadari.
Orang-orang yang dulu selalu di sekitar kita, perlahan berubah menjadi nama di daftar kontak yang jarang dihubungi. Tempat yang dulu terasa ramai kini hanya menjadi titik biasa di google maps. Bahkan diri kita sendiri terkadang berubah menjadi seseorang yang tidak kita kenali lagi.
Tidak ada yang benar-benar siap untuk itu.
Tidak ada yang mengatakan bertumbuh akan terasa nyaman dan juga melepaskan akan terasa ringan. Karena melupakan seseorang, sebuah tempat, atau versi lama dari diri sendiri hanya bisa selesai karena waktu terus berjalan.
Perubahan tidak hanya mengubah keadaan kita. Namun juga mengubah hati dan pikiran kita.
Hati merekam memori. Dan pikiran memahami tentang perubahan itu. Keduanya sering kali tidak sepakat.
Hati ingin kembali ke masa-masa ketika semuanya terasa sederhana. Sementara pikiran tahu bahwa waktu tidak dapat diulang.
Maka dimulailah pertarungan kecil yang sering kita kenal dengan nama luka.
Kita tersenyum, tetapi tidak sadar membandingkan hari ini dengan masa lalu. Dimana kita masih berharap suatu hari nanti ada kesempatan untuk mengulang semuanya, meski hanya sebentar.
Bukan karena lemah, melainkan karena kita memang diciptakan untuk mengingat semua memori baik itu masa senang dan indah maupun sulit dan menyakitkan.
Sialnya, yang paling sulit untuk dilupakan bukan kenangan yang paling menyakitkan, tapi yang paling indah. Karena rasa sakit perlahan menghilang, tapi kebahagiaan sering meninggalkan jejak yang sulit diabaikan.
Ada pagi ketika kita kerja dan melakukan aktivitas, tiba-tiba mengingat percakapan bertahun-tahun yang lalu.
Ada siang ketika jam istirahat, tempat tertentu mengingatkan kita tentang masa lalu yang kini bahkan sudah berubah.
Ada sore ketika senja membawa kita kembali ke sebuah momen yang sudah lama tidak kita rasakan kembali.
Lalu ada malam ketika lagu tertentu membuat kita berhenti sejenak, hanya untuk menyadari bahwa hidup ternyata sudah berjalan sangat jauh.
Semua itu memunculkan pertanyaan,
"Apakah aku yakin untuk meninggalkan itu semua?"
Mungkin jawabannya bisa jadi "ya." atau juga "tidak."
Atau bisa jadi kita hanya sedang belajar hidup berdampingan dengan masa lalu, atau malah mungkin melupakan bukanlah tujuan.
Dari semua itu,
"Apakah dengan menghapus masa lalu kita bisa melangkah ke depan?"
Mungkin jawaban yang paling tepat adalah, kita harus berhenti tinggal di sana.
Masa lalu tidak akan bisa dihapus, dia akan tetap hidup, tetapi jangan biarkan itu mengambil alih masa kini.
Sebab ada satu hal yang sering lupa untuk kita sadari.
Saat kita terus memandangi pintu yang telah tertutup, bisa saja kita telah melewatkan jendela yang sudah terbuka.
Masa sekarang memang tidak selalu lebih indah daripada masa lalu.
Kadang justru terasa lebih sepi.
Lebih berat.
Lebih penuh tanggung jawab.
Namun masa sekarang adalah satu-satunya tempat di mana kehidupan benar-benar sedang terjadi.
Bukan kemarin.
Bukan besok.
Hari ini.
Hari ketika kita masih diberi kesempatan untuk mencoba lagi.
Untuk memperbaiki semuanya.
Untuk memulai sesuatu yang selama ini hanya menjadi rencana.
Untuk menjadi seseorang yang lebih tegas dan lembut kepada diri sendiri.
Kita sering berpikir bahwa keberanian adalah tentang tidak takut.
Padahal keberanian yang sesungguhnya adalah tetap berjalan.
Tetap percaya meski pernah dikecewakan.
Tetap bermimpi meski pernah gagal.
Tetap yakin bahwa hidup masih menyimpan sesuatu yang pantas ditunggu.
Karena pada akhirnya, menjadi dewasa bukan berarti berhenti membayangkan masa lalu.
Menjadi dewasa adalah menerima bahwa masa lalu telah menyelesaikan tugasnya.
Itu membentuk kita.
Mengajarkan kita.
Menguatkan kita.
Namun itu bukan lagi tempat kita menetap.
Suatu hari nanti, mungkin kita akan melihat kembali semua kenangan itu tanpa rasa sesal.
Bukan karena kita lupa.
Tetapi karena kita akhirnya mengerti.
Bahwa setiap orang datang membawa pelajaran.
Setiap kehilangan membawa ruang untuk pertumbuhan.
Dan setiap perubahan, sekejam apa pun rasanya, perlahan membentuk versi diri yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Memang tidak mudah.
Barangkali memang tidak seharusnya mudah.
Karena hal-hal yang paling berharga dalam hidup sering kali lahir dari proses yang paling berat.
Jadi jika hari ini kamu masih berjuang menerima perubahan, masih mencoba berdamai dengan masa lalu, atau masih belajar menikmati hidup yang terasa sepi, asing, dan sunyi.
Itu semua bukan berarti kamu gagal.
Itu pertanda bahwa kamu sedang bertumbuh.
Dan seperti semua proses bertumbuh, itu membutuhkan waktu.
Karena dari awal...
Tidak ada yang bilang itu mudah.

Comments
Post a Comment